03/19/2009 - admin

Selamatkan Kayu dan Lingkungan dengan Baja Ringan

Tidak bisa dibayangkan apabila seluruh kebutuhan perumahan harus dipenuhi dengan material kayu. Penebangan hutan yang marak telah menyebabkan kerusakan lingkungan.

5-8-timber-stool-3.jpgSeperti disebut di awal, tingkat kerusakan hutan di Indonesia sudah mencapai 3,8 juta hektar setiap tahunnya dan akan terus bertambah. Penggunaan baja ringan dengan sendirinya akan mengurangi pemanfaatan hasil hutan sehingga lingkungan alam pun bisa lebih bisa terjaga.

Di lingkup yang lebih kecil, penebangan pohon untuk kebutuhan kayu material bangunan juga menyebabkan terganggunya ekosistem. Kayu yang notabene saat hidup merupakan tumbuhan dan merupakan bagiaan dari ekosistem keberadaannya dibutuhkan oleh makhluk hidup. Rayap salah satu bagian dari ekosistem yang paling dirugikan ketika habitat aslinya, perkebunan dan hutan, dibabat. Rayap pun kemudian memburu kayu yang sudah mati, mencari selulosa, sumber makanan yang masih tersimpan pada kayu.

Baja ringan merupakan logam yang memungkinkan dilakukan pendauran ulang ketika melampaui usia penggunaannya. Dengan demikian, pencemaran atau penambahan limbah dari logam ini terhadap lingkungan juga bisa dihindari. Selain itu, baja ringan juga ramah lingkungan karena untuk mendirikan rumah prefab berbahan baja ringan tidak perlu banyak menggali lahan untuk pondasi.

Tags: , ,